Jumat, 24 Februari 2012

Mengalah Cinta Demi Sahabat

Aku adalah seorang remaja yang baru berusia 13 tahun. aku sekolah di suatu sekolah menengah pertama. disini aku mempunyai 4 teman baik, yaitu arumi, shella, putri, dan yasmine. kami sangat kompak.pada suatu hari ada praktek pelajaran di kelasku, dan semua perebuatan untuk pertama. dan aku sudah mengambil ancang* untuk lari, dan duduk di bangku meja guru. lalu aku pun berlari, dan sampai, namun, ketika aku duduk, seseorang juga duduk di bangku itu. yap, kami berdua duduk di bangku yg sama. ternyata seseorang yg duduk itu adalah reza. pada saat itu, kami saling memandang, aku merasakan ada sesuatu yang aneh saat itu, hatiku terasa terkena setrum.

Tapi enatah apa yg ia rasakan. saat itu semua anak sekelas menyorakiku "cieeee" kata mereka kompak, dan terus menerus. lalu akhirnya dia mengalah, dan aku yg di tes duluan.dan setelah itu, sahabatku bilang "cie syelza"kata putri " apaan sih, aku tuh ga suka sama dia " kataku mengelak "oh yaudah" balasnya.sejak saat itu kami berdua sering di ejek. aku gatau aku senang atau kesal.aku tidak berani merasakan rasa ini karena sahabatku putri juga menyukainya. aku tidak tega untuk melukai hatinya.aku dan reza sering smsan dan ngobrol/bercanda bareng. padu suatu saat, aku sedang berdua sama dia saat pulang sekolah untuk pulang bersama. di tengah perjalanan dia menyatakan cinta kepadaku "syel, emhh, aku mau ngomong sama kamu", kata reza, aku menjawab "iya, mau ngomong apa ?"balasku, lalu ia bilang "emhh.. aku, aku "''aku apa?", "emh, aku, suka sama kamu, kamu mau ga jadi pacar aku ? " kata reza. aku bingung mau jawab apa, aku memang suka sama dia, tetapi sahabatku juga suka sama dia, aku ga mau untuk menghancurkan hatinya. aku terdiam. dan akhirmya aku menjawab "emh, ntar dulu deh, aku pikir* dulu" jawabku, lalu dia bilang "yaudah sampai kapanpun aku akan nunggu kamu" kata reza, "ya, makasih ya"

Sejak saat itu aku jadi menjauh darinya, dan diapun merasakan iu, lalu ia bertanya kepadaku "gimana syel, kamu mau ga? aku bener* sayang sama kamu" kata reza. dan ternyata saat reza bilang itu putri dan beberapa teman yang lainnya mendengar.
"ehemm, ada yang lagi tembak*an nih" kata rizky, sahabat reza,
"ciee,udah terima,terima"kata fani. aku diam, aku menatap wajah putri, dan sepertinya ia mengiyakan, tetapi aku tau kalau putri sakit hati. lalu putri meninggalkan kami. aku pergi mengejar putri dia menangis, aku minta maaf sama putri, diapun memaafkanku.lalu aku pegi ke reza dan bicara "kamu bener suka sama aku ?" kataku,
"iya, aku sangat suka aku sangat mencintaimu",
"kalo kamu suka sama aku, kamu jauhin aku, dan kamu lebih baik pacaran sama putri, karna dia benar* mencintaimu" kataku.
"tapi aku sayangnya sama kamu, bukan sama putri, tapi kalo itu mau kamu, yaudah aku akan coba" jawabnya "makasih ya, kamu memang cowok yang baik".lalu sejak saat itu reza mendekati putri,dn setelah beberapa waktu, mereka jadian. aku sedih sekalius senang, aku cemburu setiap mereka berdua. tetapi aku yg memintanya, dan harus bagaimana lagi.setelah itu reza datang padaku, dan ia bilang
"ini kan maumu ? walaupun sekarang aku belum mencintainya, dan aku masih sangat mencintaimu, tapi aku akn berusaha untuk mencintainya" dan sebelum aku bilang apapun, dia sudah pergi meniggalkanku.yah,mungkin inilah resikonya, aku menermanya,walaupun sulit untuk melakukannya.

Rabu, 15 Februari 2012

Cinta Bertepuk Sebelah Tangan

Cewek imut menggemaskan dan menjadi idaman para cowok di kampus itu, biasa di panggil ayu. Sedangkan cowok cakep dan berbadan atletis yang menjadi dambaan cewek-cewek, biasa di panggil dion. Ayu dan dion adalah sepasang kekasih yang kurang lebih 5 bulan berjalan. Jarang ada masalah yang muncul antara mereka, kecuali dari cewek-cewek dan cowok-cowok yang menyukai keduanya. Memang berat, ditambah ayu yang berpenampilan tomboy dan sangat menyukai sepak bola, sampek2 dia mengikuti kegiatan itu di kampusnya dengan dion.


Seperti biasa kampus ayu berlawanan dengan kampus lain untuk uji kepandaian bermain sepak bola, dan kebetulan kampus ayu mengirim 1 tim dan ada perempuannya yaitu ayu sebagai pemain cadangan. 1 babak sudah berlangsung dengan skor 0 0, akhirnya ayu di masukkan untuk mengganti pemain yang sedang cidera. Pemain kampus lain itu pun tercengang kaget tak percaya melihat pemain cadangan itu ternyata cewek cantik dan imut itu. Babak ke 2 dimulai, ayu berkonsentrasi saat bermain sepak bola itu, bahkan dia merencanakan sesuatu yang termasuk jitu itu dengan dion, kekasihnya. Waktu berjalan dan ayu memerintahkan dion untuk melaksanakan idenya tadi dengan mata isyarat, rencana itu diselesaikan dengan agak ragu tetapi pasti, dan tak di sangka pula berhasil ayu mencetak gol. Dengan sangat bahagia dan tak sadar pula ia memeluk dion.


“ye… berhasil dion, taktik kita jitu”
Dion yang dipeluk pun hanya diam dan tersenyum senang, dan siapa yang menyangka pula dion tiba-tiba memegang kepala ayu dan mengecup bibir ayu lumayan lama. Ayu melepas dengan paksa dan menampakkan muka merah tanda dia tak menyangka.
PLLLAAKKKK…!!!! (ayu menampar dion)


“anjing lo ion, gw gak suka sama cara lo, kita pertahanin kampus, bukan gitu caranya” selesai berkata seperti itu, ayu segera pergi dari arena dan menuju mobil hendak pulang..
Ayu mengemudi mobil itu dengan kencangnya, di dalam fikirannya adalah malu, dan gak nyangka, dion yang ia kenal sangatlah sopan dan menjaganya saat di publik. Sekarang, dion itu telah berubah menjadi dion yang sangat ambisius dan agresif. Ayu membiarkan handphonenya bordering beberapa kali, ‘mungkin dion yang dari tadi menelepon, biarin lah lagi bt gw’ pikirnya. Mungkin ada 20 an panggilan tak terjawab dan sekitar 15 sms masuk yang intinya sama.


“ayu sayang, jangan marah ya, maafin aku. Aku janji gak akan ulangin lagi, pliiss.. aku cinta sama kamu yu, kamu jangan git ya.. kamu dimana sekarang, jangan ngebut2 mengendarai mobilnya, aku khawatir sama kamu sayang” itu bunyi sms dari dion, yang memang dion sudah tahu kebiasaan ayu kalau lagi marah2 pasti mengendarai mobilnya kelewat batas.


“gw ada di t4 yg tenang. Gw kcewa sama lo ion, gak nyangka gw”
Dion membaca sms itu dan segera menuju t4 itu, dion sudah tahu tempat yang ayu maksud, karena ayu sering ke tempat itu untuk menenangkan dirinya, kali ini dion benar-benar menyesal. Dia tak tahu kalau akhirnya akan seperti ini. Ayu mengetahui kedatangan dion, mungkin ayu sedang enggan bertemu seseorang jadi ia terpaksa pergi dari situ dan mencari kakaknya yang biasanya siang-siang begini di sebuah restaurant, benar saja firasat ayu, ia berbicara panjang lebar tentang dion kepada kakak laki-lakinya itu.


“gw gak suka cara dia kayak gini kak, lebih baik gw cari lagi aja” ketus ayu pedas yang memang ayu kalau sudah marah susah sembuhnya.
“tapi kakak tw klok lu masih sayang bahkan sayang banget sama dion, gak bisa lu pungkiri lagi yu,, ya udah lu lakuin aja apa yang terbaik buat lu dan dion, jgn tergesa-gesa ambil kesimpulannya. Kakak mau balik kekantor”


“gak asyik lu kak, gw lg bt gini lu malah pergi, ya udah sana. Gw mw pergi mungkin jg lama, n jgn cari gw, gw jamin baik-baik ajaa” ayu pergi, dalam fikiran dia ingin pergi sejauh mungkin untuk hal yang menurut dion hanya sepele, tapi itu menurut ayu sangat mempermalukan dirinya, atau mngkin ayu pergi dan tak kembali ke rumahnya. Ia ingin menenangkan dirinya untuk sementara waktu atau bahkan lama.

***


2 tahun berlalu begitu singkat rupanya, ayu berniat kembali ke rumah asalnya bersama kakak tersayangnya, dan yang pasti kembali untuk kekaasihnya, penampilan ayu pun berubah 100%, dari yang tomboy menjadi feminism, bahkan sangat feminism, dari jalan bahkan dari berperilaku sangat berbeda dari yang dulu, rupanya dia telah banyak belajar selama 2 tahun itu, ia pertama kali ke kampus hanya untu menemui dion. Ayu sudah membayangkan, pasti dion senang dia kembali lagi, dan bakal seperti dulu lagi.


Kampus ada didepan mata, tapi siapa yang menyangka saat ayu ingin menyapa dion, ternyata disebelah dion ada cewek bahkan sedang menggandeng tangan dion.
“ini siapa ion..?”
“oh, ini… anu yu.. cewek baru gw”
Duarrrrrr!!!!!!!
Semua berjalan tidak sesuai dengan apa yang dibayangkan ayu,, ternyata cinta yang selama ini ayu jaga tak ada hasil yang menggembirakan.
“tega lo ion, gw dah jaga cinta ini, gw dah rela berubah bwt gw, gw pergi dan menghindar dari lo, bukan berarti gw balikin cinta ini, gw pengen lo berubah. Tapi mana buktinya, lo emang bener-bener tega ion.. TEGAAA…!!!!!”


“maafin gw yu, gw pikir sia-sia gw nyimpan rasa cinta gw ke lu”
Dalam cekcok yang bisa dikatakan mengharukan, cewek disebelah dion pun buka mulut juga.
“maksud kalian apa, siapa cewek itu ion..???”
Dion yang ditanya begitu pun jadi tambah bingung, ia hanya bisa diam tertunduk, mungkin cewek itu mengerti kalau ternyata dia telah mengganggu hubungan orang lain, tanpa banyak kata, cewek itu pergi dari hadapan dion dan ayu.


Sementara itu, ayu mendekati dion, dan menggenggam jemari dion.
“ion, gw sayang sama lo, gw berharap lo mw brubah buat gw..?”
“asal lo mw nunggu gw bakal siram cinta gw sendiri buat lo yu”
“makasih ion”

Selasa, 14 Februari 2012

Ku Mencintaimu Sebelum Mengenalmu

Berawal dari sebuah perjalanan ku menuju tempat kos, aku dan Mitha melangkahkan kaki perlahan namun pasti.
Meski terik namun terasa silir angin berhembus, kami asik berbincang tentang kisah remaja di sekolah kami.

Lalu, seorang anak laki-laki berseragam putih abu-abu melintas tepat di sampingku. Spontan aku terperangah, namun ia tak sedikitpun menghiraukan aku. Bahkan sampai ia berlalu.
Ia terlihat sedikit tampan, namun sangat keren. Wajar jika aku sampai terpesona padanya.


“Hei, kenapa kamu Sil ?” Mitha menepuk pundakku. Tentu saja itu membuatku terkejut.
“Haaa ? oh. Gak papa kok “ Jawabku dengan wajah yang mungkin abstrak
“Kamu liat gak yang tadi lewat?” Tanya Mitha padaku
“Iya lihat, emang kenapa ta’ ?
“Dia itu pacarnya Sheila, menurutmu dia cakep gak ?”
“Sheila keponakanmu ?”
“Ya iyalah Jesil usil emang berapa Sheila yang aku kenal?”
“Oh,… iya dia lumayan cakep kok,  tapi hatinya pasti lebih cakep”
“Loh,… kok kamu bilang gitu ? memangnya kamu kenal dia Sil ?”
“Egak sih, tapi coba deh kamu fikir,… Di zaman semodern dan semunafik ini masih ada cowo seperti dia yang mau nerima cewe apa adanya, seperti Sheila. Kamu ngerti kan maksudku ta ?”. ?Jelas ku pada Mitha.

“Iya, aku ngerti kok maksud kamu. Bener juga kata kamu Sil, padahal banyak cewe yang lebih cantik dari Sheila dan yang pasti sempurna, Tapi dia mau pacaran sama cewe yang terlihat begitu jelas kekurangannya. Apa dia gak takut di ketawain ya ? sama teman-temannya. Pacaran sama cewe yang pincang.”

Aku diam saja, tidak menanggapi apa yang dikatakan Mitha. Fikiranku sudah terlalu jauh untuk kembali mendengar apa yangg ia katakan. Lagi-lagi penyakit melamun ku kambuh. Aahh,.. Tapi aku fikir ini bukan lamunan tapi sebuah khayalan. Khayalan memiliki pacar nya Sheila. Aku kagum dengannya dan mungkin aku telah  jatuh cinta pada pandangan pertama.

Sampai di kosan, kami langsung berganti pakaian untuk kembali ke Sekolah. Karna siang itu jadwal kegiatan ekstrakurikuler.

Wajahku tiba-tiba memerah, cowo yang tadi ku lihat di jalan tepat ada di hadapanku ketika aku memasuki aula sekolah. Aku terkejut bahkan salah tingkah. Dia bernyanyi sambil memainkan gitar. Suaranya terdengar indah begitupun dengan permainan gitarnya. “Oh, sungguh beruntungnya Sheila mendapat pacar yg baik hati, keren dan memiliki bakat yang luar biasa. Kapan aku bias punya pacar seperti dia ?.“ Ucapku dalam hati. Mataku tak lepas memandangnya. Fikirku melayang ntah kemana. 

Hingga tiba ia memperkenalkan diri di hadapan kami. Ternyata dia adalah anggota baru di sanggar kami. Aku begitu senang dengan kehadirannya. Semangatku naik drastis 99,5% dari sebelumnya.

Waktu berjalan begitu cepat, hampir tiap hari aku menjumpainya di aula Sekolah. Tanpa ku sadari ia memiliki rasa yang sama sepertiku. Kami saling mengagumi. Dan pada akhirnya ia ucapkan kata cinta padaku. Tanpa fikir panjang aku menerimanya yang pada saat itupun yang aku tau, ia sudah putus dengan Sheila. Kami saling mendukung satu sama lain, dialah orang yang setiap harinya, membuatku semangat pergi ke sekolah. Dia juga seseorang yang selalu memberi perhatian lebih terhadapku. Mengingatkan ku ketika aku lupa, memberiku semangat ketika aku mulai lelah menjalani hari-hariku. Dan dialah juga yang selalu ada ketika aku butuh, dalam sedih maupun senang.

Tapi ternyata, setelah aku benar-benar mencintainya. Barulah aku mengenalnya. Pria yang semula ku kenal baik hati, dewasa dan berbakat. Kini bukanlah sosok pria yang ku kagumi. Perlahan aku mengenalnya dan semakin aku mengenalnya semakin terasa perih dalam hatiku.

Baru aku menyadari aku telah menyakiti hati Sheila. Karna laki-laki itu menyatakan cinta sebelum ia putus dengan Sheila. Bahkan lebih dari itu. Dia pun memacari Sheila setelah sebelumnya ia punya pacar yang sampai ia pacaran denganku pun belum juga ia putus. “Play Boy !!!” Teriak ku dalam hati, setelah ku putuskan untuk pergi dari kehidupannya. Dan mencoba melupakan dia.

Dia yang dulu memakai topeng berwajah manis untuk mendapat perhatian seribu wanita.
Yang sebenarnya ia tak lebih dari Seekor srigala berbulu domba. Bahkan tak lebih baik dari seorang pecundang sekalipun.
Aku menyesal telah mengaguminya.
Aku menyesal karna begitu cepat aku menarik kesimpulan tentang kepribdiannya, yang membuat aku mencintainya sebelum aku mengenal siapa dia sesungguhnya.

Jumat, 10 Februari 2012

VIDEO KEREN DARI BEAST ''SHOCK'' :D

Cerpen Galau Menunggu Sebuah Jawaban Cinta

Cerita ini bermula ketika seorang pemuda mulai mencari jati diri, mulai menginjak masa – masa yang berat karena semua masalah sudah mulai mendera hidupnya, terutama masalah Cinta. Kisah ini bermula ketika dia mulai kuliah dan bertemu dengan seorang wanita. Awalnya semua nya biasa-biasa saja tapi setelah beberapa lama berkenalan semuanya mulai berubah, hal-hal seperti rasa suka mulai mendera di dalam hati pemuda ini.

Awalnya dia hanya ingin menyimpan rasa cinta itu sendiri, tapi akhirnya karena sudah tak tertahan lagi, mulai lah dia bercerita kepada temannya bahwa dia menyukai seseorang wanita, sang teman hanya bisa memberikan solusi, dan akhirnya dia mengatakan agar rasa itu untuk di sampaikan.

Dengan rasa berani dan di dukung secara moral oleh temannya, akhirnya rasa itu di ungkapkan kepada sang wanita. Dia memilih momen di malam hari. Sungguh di luar pikiran nya akhirnya dia mengatakan pada malam itu. Dia sangat serius mengatakan nya dan di campur dengan rasa gugup tapi sang wanita menanggapi keseriusan itu dengan tertawa..

Malam itu mulai lah terjadi sebuah percakapan, semua rasa pun di curahkan oleh sang pemuda: “kamu udah punya cowok.?”, “hehe.. belum knapa.?”, “kamu tau gak kalau aku suka kamu”,”hah..? sejak kapan” ,”sudah lama sih, kamu mau gak jadi pacar aku”, “Aku belum bisa memutuskan iya atau tidak”, “kenapa” , “karena sekarang saya bingung kalau saya terima atau saya tolak” , “loh kok harus bingung, kan hanya jawab iya atau tidak..!!” , “Biar saja waktu yang menjawab semuanya”.

Dengan perasaan agak kecewa sang pemuda akhirnya menerima semua jawaban itu, setelah mengantarnya pulang sang pemuda berpamitan pulang kerumahnya dengan kepala tertunduk lesu. Akhirnya semua apa yang ditakutkannya slama ini akhirnya dirasakan juga.

Malam berlalu dan pagi pun datang, sang pemuda menceritakan semua nya kepada temannya, temannya hanya bisa mengatakan “Semua itu pasti ada proses nya usahakan aja dulu untuk mendapatkan jawabannya”. Kemudia pemuda tersebut kembali bersemangat. Setiap malam dia mulai berkomunikasi lewat sms dengan sang wanita, untuk melakukan pendekatan alias Pedekate.

Sebulan sudah semuanya sudah dilewatinya, menunggu kabar dari sang wanita. Tapi sang wanita juga tidak mau memberikan jawaban iya atau tidak. Tapi semuanya terjawab dengan miris, dengan hati luka dia mengetahui kalau sang wanita idaman sudah mempunyai pemuda impiannya. Menanggapi semua itu sang pemuda membuat sebuah surat, bukan surat cinta tapi surat patah hati:


==========================================================

Dear wanita idaman ku


Sebenarnya hati saya terluka mengetahui semuanya, tapi apalah daya mungkin seperti inilah kehendak tuhan, saya akan mulai melupakan rasa cinta ku slama ini. Saya sudah ikhlas menerima semua nya, saya akan slalu berdoa hal yang terbaik untuk kita berdua.

Mungkin tuhan hanya menjadikan engkau sebagai sebuah fase cinta yang hanya untuk saya lewati bukan untuk ku miliki. Biar lah saya simpan cerita cinta ini sendiri, untuk menjadi sebuah cerita cinta yang hanya akan diceritakan di suatu saat nanti.

Smoga kamu bahagia dengan cinta pemuda yang kau pilih.



Tertanda pemuda yang pernah memuja mu




Pemuda itu memberikan suratnya dengan perantara seorang temannya, setelah menerima surat itu, sang wanita hanya bisa meminta maaf atas semuanya, karena sudah menyakiti hati dari pemuda itu, dia menjelaskan semua alasan dia tak mau meberi jawaban. Dengan panjang lebar semuanya sudah di jelaskannya. dengan lapang dada sang pemuda menerima semua kenyataan cinta nya harus bertepuk sebelah tangan.



Setelah semua kejadian itu pemuda ini sangat banyak memetik pelajaran, tapi sempat terlintas dalam benak nya “Andai saja tak pernah saya ungkap semua rasa ini, mungkin semuanya tak akan seperti ini “ , Tapi ya sudalah semuanya sudah terjadi ambil saja poin positive nya aja. Dari pada saya pendam sendiri bisa-bisa jadi penyakit di hati.


Tanpa lupa berdo’a kepada sang khalik :

” Oh tuhan lah aku…

Hapuskan rasa cinta ku

Aku pun ingin bahagia

Walau tak bersama dia “


Dan sekarang pemuda tersebut mulai menata suasana hati nya, mulai melakukan hal yang lain, dan menganggap semua kejadian itu tak pernah di alaminya, karena dia gak mau memikirkan orang yang sudah membuat hatinya terluka… dia berfikir gak Cuma dia sendiri wanita yang hidup di Dunia ini.

Rabu, 08 Februari 2012

Persahabatan

Pagi hari saat aku terbangun tiba-tiba ada seseorang memanggil namaku. Aku melihat keluar. Ivan temanku sudah menunggu diluar rumah kakekku dia mengajakku untuk bermain bola basket.“Ayo kita bermain basket ke lapangan.” ajaknya padaku. “Sekarang?” tanyaku dengan sedikit mengantuk. “Besok! Ya sekarang!” jawabnya dengan kesal.“Sebentar aku cuci muka dulu. Tunggu ya!”, “Iya tapi cepat ya” pintanya.




Setelah aku cuci muka, kami pun berangkat ke lapangan yang tidak begitu jauh dari rumah kakekku.“Wah dingin ya.” kataku pada temanku. “Cuma begini aja dingin payah kamu.” jawabnya.Setelah sampai di lapangan ternyata sudah ramai. “Ramai sekali pulang aja males nih kalau ramai.” ajakku padanya. “Ah! Dasarnya kamu aja males ngajak pulang!”, “Kita ikut main saja dengan orang-orang disini.” paksanya. “Males ah! Kamu aja sana aku tunggu disini nanti aku nyusul.” jawabku malas. “Terserah kamu aja deh.” jawabnya sambil berlari kearah orang-orang yang sedang bermain basket.“Ano!” seseorang teriak memanggil namaku. Aku langsung mencari siapa yang memanggilku. Tiba-tiba seorang gadis menghampiriku dengan tersenyum manis. 

Sepertinya aku mengenalnya. Setelah dia mendekat aku baru ingat. “Bella?” tanya dalam hati penuh keheranan. Bella adalah teman satu SD denganku dulu, kami sudah tidak pernah bertemu lagi sejak kami lulus 3 tahun lalu. Bukan hanya itu Bella juga pindah ke Bandung ikut orang tuanya yang bekerja disana. “Hai masih ingat aku nggak?” tanyanya padaku. “Bella kan?” tanyaku padanya. “Yupz!” jawabnya sambil tersenyum padaku. Setelah kami ngobrol tentang kabarnya aku pun memanggil Ivan. “Van! Sini” panggilku pada Ivan yang sedang asyik bermain basket. “Apa lagi?” tanyanya padaku dengan malas. “Ada yang dateng” jawabku. “Siapa?”tanyanya lagi, “Bella!” jawabku dengan sedikit teriak karena di lapangan sangat berisik. “Siapa? Nggak kedengeran!”. “Sini dulu aja pasti kamu seneng!”. Akhirnya Ivan pun datang menghampiri aku dan Bella.

Dengan heran ia melihat kearah kami. Ketika ia sampai dia heran melihat Bella yang tiba-tiba menyapanya. “Bela?” tanyanya sedikit kaget melihat Bella yang sedikit berubah. “Kenapa kok tumben ke Jogja? Kangen ya sama aku?” tanya Ivan pada Bela. “Ye GR! Dia tu kesini mau ketemu aku” jawabku sambil menatap wajah Bela yang sudah berbeda dari 3 tahun lalu. “Bukan aku kesini mau jenguk nenekku.” jawabnya. “Yah nggak kangen dong sama kita.” tanya Ivan sedikit lemas. “Ya kangen dong kalian kan sahabat ku.” jawabnya dengan senyumnya yang manis.

Akhinya Bella mengajak kami kerumah neneknya. Kami berdua langsung setuju dengan ajakan Bela. Ketika kami sampai di rumah Bela ada seorang anak laki-laki yang kira-kira masih berumur 4 tahun. “Bell, ini siapa?” tanyaku kepadanya. “Kamu lupa ya ini kan Dafa! Adikku.” jawabnya. “Oh iya aku lupa! Sekarang udah besar ya.”. “Dasar pikun!” ejek Ivan padaku. “Emangnya kamu inget tadi?” tanyaku pada Ivan. “Nggak sih!” jawabnya malu. “Ye sama aja!”. “Biarin aja!”. “Udah-udah jangan pada ribut terus.” Bella keluar dari rumah membawa minuman. “Eh nanti sore kalian mau nganterin aku ke mall nggak?” tanyanya pada kami berdua. “Kalau aku jelas mau dong! Kalau Ivan tau!” jawabku tanpa pikir panjang. “Ye kalau buat Bella aja langsung mau, tapi kalau aku yang ajak susah banget.” ejek Ivan padaku. “Maaf banget Bell, aku nggak bisa aku ada latihan nge-band.” jawabnya kepada Bella. “Oh gitu ya! Ya udah no nanti kamu kerumahku jam 4 sore ya!” kata Bella padaku. “Ok deh!” jawabku cepat.

Saat yang aku tunggu udah dateng, setelah dandan biar bikin Bella terkesan dan pamit keorang tuaku aku langsung berangkat ke rumah nenek Bella. Sampai dirumah Bella aku mengetuk pintu dan mengucap salam ibu Bella pun keluar dan mempersilahkan aku masuk. “Eh ano sini masuk dulu! Bellanya baru siap-siap.” kata beliau ramah. “Iya tante!” jawabku sambil masuk kedalam rumah. 

Ibu Bella tante Vivi memang sudah kenal padaku karena aku memang sering main kerumah Bella. “Bella ini Ano udah dateng” panggil tante Vivi kepada Bella. “Iya ma bentar lagi” teriak Bella dari kamarnya. Setelah selesai siap-siap Bella keluar dari kamar, aku terpesona melihatnya. “Udah siap ayo berangkat!” ajaknya padaku.

Setelah pamit untuk pergi aku dan Bella pun langsung berangkat. Dari tadi pandanganku tak pernah lepas dari Bella. “Ano kenapa? Kok dari tadi ngeliatin aku terus ada yang aneh?” tanyanya kepadaku. “Eh nggak apa-apa kok!” jawabku kaget.Kami pun sampai di tempat tujuan. Kami naik ke lantai atas untuk mencari barang-barang yang diperlukan Bella. Setelah selesai mencari-cari barang yang diperlukan Bella kami pun memtuskan untuk langsung pulang kerumah. Sampai dirumah Bella aku disuruh mampir oleh tante Vivi. “Ayo Ano mampir dulu pasti capek kan?” ajak tante Vivi padaku. “Ya tante.” jawabku pada tante Vivi.Setelah waktu kurasa sudah malam aku meminta ijin pulang. Sampai dirumah aku langsung masuk kekamar untuk ganti baju. Setelah aku ganti baju aku makan malam. “Kemana aja tadi sama Bella?” tanya ibuku padaku. “Dari jalan-jalan!” jawabku sambil melanjutkan makan. Selesai makan aku langsung menuju kekamar untuk tidur. Tetapi aku terus memikirkan Bella. 

Kayanya aku suka deh sama Bella. “Nggak! Nggak boleh aku masih kelas 3 SMP, aku masih harus belajar.” bisikku dalam hati.Satu minggu berlalu, aku masih tetap kepikiran Bella terus. Akhirnya sore harinya Bella harus kembali ke Bandung lagi. Aku dan Ivan datang kerumah Bella. Akhirnya keluarga Bella siap untuk berangkat. Pada saat itu aku mengatakan kalau aku suka pada Bella.“Bella aku suka kamu! Kamu mau nggak kamu jadi pacarku” kataku gugup.“Maaf ano aku nggak bisa kita masih kecil!” jawabnya padaku. “Kita lebih baik Sahabatan kaya dulu lagi aja!”Aku memberinya hadiah kenang-kenangan untuknya sebuah kalung. Dan akhirnya Bella dan keluarganya berangkat ke Bandung. Walaupun sedikit kecewa aku tetap merasa beruntung memiliki sahabat seperti Bella. Aku berharap persahabatan kami terus berjalan hingga nanti.

Selasa, 07 Februari 2012

Arti Sebuah Pilihan

“Mamaaaaa.......Mamaaa.....jangan pergi Maaaa......tunggu lyla !!”. Dengan tersentak, lyla tersadarkan dari mimpi nya. Jantungnya berdetak dengan cepatnya. Ya dalam beberapa hari belakangan ini wajah mama nya sering sekali muncul mimpi nya itu. “ huufft!! ohh.....ternyata hanya mimpi” pikirnya dalam hati. Keringat tampak mulai membasahi kening lyla. Dia hanya termenung, Nampak sekali ada kesedihan yang cukup mendalam, sejak lyla di tinggalkan oleh mama nya tercinta beberapa tahun yang lalu. Setelah mama nya meninggal kehidupan nya berubah drastis. Sedangkan papa nya setelah perusahaan tempat kerjanya bangkrut kini menjadi pengagguran dan sering mabuk-mabukkan dan menjadi orang yang pemarah. Sering kali pula lyla bertengkar dengan papa nya itu. Lyla merupakan anak tunggal dalam keluarga nya. Jadi tampak jelas betapa sepi nya hidup lyla. “Maaa...kenapa sih harus tinggalin lyla sendiri?? lyla kangen banget ma Mama, lyla ingin sekali ketemu maaaa


!!”tanya lyla dalam hati. Airmatanya tampak membasahi kedua bola mata indah yang mulai berkaca – kaca itu. “Hiks...hiks...kenapa mama begitu cepat ninggalin lyla sih??. lyla kembali termenung tak habis pikir. Pikiran nya sangat kacau malam ini karena hampir setiap hari selalu bertengkar dengan papa nya, akibat kebiasaan mabuk nya itu.


Sesaat kemudian ia pun membaringkan kembali tubuhnya di tempat tidur. “besok aku ada janji sama rino. Aku harus cepat - cepat tidur dan bangun pagi-pagi”. Semoga esok pagi ada khabar gembira buat ku”. Pikir lyla dengan penuh harap. Tangan nya kemudian mengusap airmata yang tersisa di pipi nya. Sesaat kemudian lyla sudah kembali tertidur lelap. Meskipun pikirannya masih menerawang jauh di antara kegelapan malam.

********

“Duk,,duk,,duk,,duk”. Suara keras dari balik pintu membangunkan lyla dari tidur nya. Dari balik jendela tampak sinar matahari sudah mulai muncul. lyla lalu mengusap mata nya yang masih mengantuk. Sesaat kemudian terdengar lagi suara gedoran dari balik pintu di ikuti suara kasar. “duk..duk..duk. Lil buka pintunya!! papah mau bicara sama kamu!!. bentak papah dari balik pintu.
“cepetan buka pintu nya!! atau papa dobrak nih!”kata papa yang sudah mulai mengeluarkan kata – kata ancaman. Lyla segera membenahi pakaiannya. Sebelum membuka pintu, lyla menarik nafas dalam-dalam supaya pikirannya tenang sejenak.


Lalu pintu itu terbuka. Dari balik pintu terlihat wajah papa yang tampak marah sekali. Nafasnya mengendus-endus tanda emosinya sudah memuncak. “kamu sengaja Yaa tidak membukakan pintu kamar!! Kamu mau melawan papa Haaahh!!. bentak papa pada lyla sambil tangan kanan nya yang mulai terangkat.


“Tampar aja Pah! Lyla dah siap kok” kalau papah masih belum puas dengan yang semalam” jawab lyla dengan lantang. Matanya dengan tajam menatap papa nya yang kian emosi mendengar jawaban dari lyla.


“Papa butuh uang buat beli minuman!” bentak papa. Tangannya kemudian di turunkannya kembali. “Lyla lagi ga punya uang pah. Lagian....kan kemarin-kemarin uang baru aja lyla kasih ke papa”. Jawab lyla sedikit menahan emosinya karena sudah capek bertengkar dengan papa nya setiap saat.
“Udah habis,” jawabnya singkat.


“Jangan bohong kamu !!Cepetannnn! Mana duitnya!”. Bentak papa lagi yang sudah sangat tidak sabar.
“ Beneran nggak ada pah! Periksa aja dompet dan kamar lyla kalau ngak percaya !!” sambil tangan lyla menadahkan tangannya mempersilahkan papa nya memeriksa kamar lyla. Papanya lalu mendorong tubuh lyla dan masuk ke dalam kamarnya. Segala benda-benda yang dia temukan segera di lemparnya begitu saja. Dalam sekejap kamar itu pun menjadi berantakan tak beraturan. Lyla hanya terdiam melihat tingkah laku papa nya itu. Lyla mencoba untuk menahan airmatanya yang mulai keluar. Hati nya terasa sakit sekali melihat papa nya yang tak seperti dulu lagi.
“Mana dompet kamu!!” tanya papa dengan kesalnya.


“ itu di atas meja belajar lyla” jawab lyla singkat saja. Papa langsung beranjak dari tempat tidur menuju meja yang di tunjuk oleh lyla. Di ambilnya dompet itu, semua isinya dia keluarkan. Didalam nya hanya di temukan selembar uang 10 ribuan saja.


“ Cuma segini aja!! jangan bohong kamu!. Mana yang lainya berikan pada papa !!” dengan nada penuh ancaman ke lyla. Lyla hanya menggelengkan kepalanya tanpa berkata sepatah kata pun. “awas yaa...!! kalau papa temukan selain ini tau rasa kamu! Jawabnya singkat sambil matanya terus memperhatikan seluruh kamar lyla. Tak berapa lama pun akhirnya dia pergi begitu saja meninggalkan lyla seorang diri. Seketika itu pun airmata turun dengan derasnya membasahi kedua pipi lyla. Tubuhnya terasa lemas sekali dan akhirnya terjatuh. Lyla duduk bersandarkan titian di tempat tidur, dengan pikiran yang kacau.


“ Maaaa....huuu...huuu..huu.. sampai kapan harus seperti ini terus.” Lyla udah nggak tahan lagi maaa..” jawab lyla dengan suara surau nya. Tapi hanya angin sepi yang berhembus menghampirinya.

********


Suasana taman siang ini keliatan sepi sekali. Padahal hari ini adalah hari minggu, tidak seperti biasanya. “ mungkin karena cuaca mendung kali yaa? Jadi sepi gini” pikir lyla yang terduduk di antara bangku taman. Mata nya menatap ke sana ke mari. Tampaknya dia menunggu seseorang. Ya lyla kebetulan siang ini ada janji dengan rino kekasihnya itu bertemu di taman. Tanpa sadar lyla terlarut dalam lamunan panjang. Entah apa yang dipikirkannya, hanya dia yang tahu. Dan “ Heyyy....melamun aja” diikuti rasa terkejut nya lyla yang tersadar dari lamunannya.


“ kamu mengagetkan aja rin...kemana saja kamu baru jam segini datang!! “ tanya lyla pada rino. “ sory tadi ada urusan kantor bentar....oh ya kamu sudah makan belum lil? Tanya rino mengubah topik pembicaraan. Wajah nya terlihat serius sesekali terkadang tersenyum pada lyla.
“ Ga rin...aku ga lapar” jawab lyla dengan suara berat. Wajah nya menunjukkan suasana yang sedang mengalami permasalahan yang amat sangat.


Tiba – tiba tangan rino memegang tangan lyla. Di eratnya tangan yang mungil dan lembut itu. “ kamu pasti habis bertengkar lagi dengan papa mu ya? Kamu yang sabar yaa....mungkin Tuhan sedang memberikan ujian buat kamu...pada akhirnya nanti pun Dia akan memberikan jalan yang terbaik buat kamu Lil” wajah lyla hanya tertunduk mendengar nasehat dari rino. Tak ada sepatah kata pun yang terucap dari mulut nya. Rino terus menatap lyla dengan penuh senyum berharap sang kekasihnya menemukan kembali semangatnya yang hampir habis.


Beberapa saat keduanya hanya bisa terdiam. Lalu rino mengeluarkan sesuatu dari dalam saku celananya. Sebuah amplop berwarna coklat dia sodorkan kepada lyla. “ nih ambil kalau kamu butuh” jawab rino. Lyla hanya tertegun melihatnya, lalu di terima nya amplop itu dengan kedua tangannya. “ maafkan aku rin kalau sudah merepotkan kamu...aku janji kok kalau sudah punya uang pasti aku ganti “ jawab lyla. Rino hanya mengangguk sambil tersenyum.


“ udah ga usah di pikirin cara bayarnya...kapan – kapan aja ga apa – apa kok, lagian aku juga ikhlas ngasih nya ke kamu”
Tampak binar mata nya memandang wajah rino dengan pekat. Senyum dan kesedihan menjadi satu dalam diri lyla. Di satu sisi ia merasa tak enak hati karena telah merepotkan kekasihna itu, tetapi di lain sisi ia tak punya pilihan lagi.
“ heyy...kenapa diam!!” tangan lembut rino menepuk bahu lyla dan matanya memandang lyla penuh senyum.


“ sekali lagi terima kasih ya rin. Aku janji kalau sudah punya uang akan ku bayar segera”. Setelah itu kedua insan manusia yang sedang di mabuk asmara itu hanya terdiam membisu menemani awan yg kian gelap. Dan hari pun semakin sore.

**********

“Dari mana saja kamu!!” wajah nya tampak penuh amarah memandang lyla. Lyla hanya menoleh sebentar lalu tampak acuh membiarkan begitu saja sesosok pria separuh baya yang adalah papa nya sendiri dan lalu melangkah menuju kamarnya.
Melihat tingkah laku lyla membuat amarahnya semakin memuncak di hampiri nya anak semata wayangnya itu, lalu tiba – tiba.


“ awww....sakit pah!!! di tariknya rambut lyla yang panjang sebahu itu dengan kuat oleh si papa. Lyla hanya bisa meringis menahan sakit. Lalu di ambilnya dengan paksa tas lyla.
Wajah nya berubah gembira saat ia menemukan sebuah amplop berisi uang pemberian rino dari dalam tas lyla.


Dengan sekejap lyla langsung menghampiri sang ayah tercinta dan berusaha merebut nya kembali. Dan “plakkkk” sebuah tamparan yang kuat mengenai pipi lyla. Lyla terjatuh, akan tetapi tangannya masih sempat meraih kaki sang papa untuk menahan nya yang hendak pergi.
“jangan pa itu lyla pinjam dari rino” pinta lyla dengan sangat.


“perduli setan!! Mo dari rino kek, dari siapa kek papa ga perduli” jawab papa dengan lantang.
“ hahaha akhir nya malam ini papa bisa minum sepuasnya”
“pah... jangan di ambil pah!!! itu buat kehidupan kita sehari – hari !!”
Lyla memegang erat kaki papa nya dan memohon dengan sangat. Memohon agar papa lyla mengurungkan niatnya itu. Akan tetapi, dengan tanpa pikir panjang lalu di dorongnya tubuh lyla hingga akhirnya ia tersungkur ke lantai.


“ kamu sama saja dengan mama mu itu, lebih baik kamu susul saja mama mu itu ke akherat!!!”
dengan tawa nya yang keras akhirnya ia pergi begitu saja meninggalkan lyla. Akhirnya ia pun menangis. Dan ia tak bisa menahan emosi lagi dan “ papah jahattttt!!!!” teriak lyla dengan sekuat tenaga di ikuti keheningan malam yang datang.


********


Telepon di rumah rino tiba – tiba saja berdering, saat itu ia sudah mulai akan beranjak tidur. Lalu segera di angkatnya telp itu.
“ rin.....ini aku lyla” jawab lyla dengan suara yang berat.
“ooo kamu lil.......tumben malam – malam telp? Kamu kenapa lil ada masalah lagi dengan papa mu ya?” simpati rino mendengar suara yang tidak biasa nya dari lyla.
“ ga kok rin aku baik – baik aja, kamu tak usah khawatirkan aku.” jelas lyla, tetapi dalam hati tetap saja rino perduli dengan kekasihnya itu.


Keduanya sempat terdiam beberapa saat sebelum akhirnya lyla kembali membuka pembicaraan.
“rin.... terima kasih banyak yach karena selama ini, jika aku selalu punya masalah kamu pasti selalu suport aku. Aku nggak tau lagi harus ngomong apa lagi ke kamu selain kata – kata ini” jawab lyla yang sedari tadi airmata nya telah membasahi kedua mata indah nya.
“kamu bicara apa sich lil? Aku jujur nggak mengerti maksud kamu?” rino tampak bertanya – tanya dalam hati.


“ nggak kok rin....aku cuma pengen ngomong aja ke kamu” sambil menahan tangis dan kesedihan yg di alami saat ini.

Suara lyla tampak terbata – bata mengucapkan kata – kata yang membuat rino menjadi heran ada apa gerangan dengan sang kekasih hati nya itu. Suasana kembali hening saat keduanya hanya terdiam tanpa sepatah kata pun.
“ rin....aku....aku...sayang kamu...” tiba – tiba telepon langsung terputus begitu rino mendengar kata – kata sayang yang terucap dari mulut lyla.
Di cobanya kembali untuk menelpon balik tetapi tidak ada jawaban, tampaknya telp lyla telah non aktif. Rino jadi berfikir – pikir sendiri tentang lyla. Rasa khawatir dan cemas seakan menghantui perasaannya.
“ rin... maafkan aku yach” ucap lyla dalam hati saat menutup telp itu.

*******

Udara dingin mulai menyelimuti pagi ini. Dari kejauhan tampak sesosok tubuh yang berjalan gontai menuju rumah lyla. Ya dia adalah papa nya lyla yang sedari malam tidak pulang, tampak berjalan dalam keadaan mabuk berat. Dia berjalan memasuki rumah itu tanpa berkata apapun. Matanya sayu berusaha menuju pintu kamar lyla.


“ duk...duk..duk..lil buka pintu nya!!!” seperti biasa kata-kata kasar sesekali keluar dari mulutnya.
Tetapi tidak ada jawaban dari dalam.
“lil!!! bukaaa!!!” suaranya mulai meninggi.
Emosinya seketika timbul, di buka nya pintu itu dengan sangat keras hingga menimbulkan suara “brakkk” akhirnya pintu terbuka. Suasana kamar gelap sekali.


“Lil dimana kamu !!jangan sembunyi jawabbb !” teriak papa saat memasuki kamar lyla. Dan tiba-tiba......raut wajah nya berubah seketika, sorot mata nya tertuju pada sudut ruangan. Disitu terlihat sesosok tubuh yang tergeletak lemas hampir tak bernyawa. Ia mendekati nya dengan perlahan di pandanginya sesosok tubuh itu yang ternyata adalah lyla putri satu-satu nya itu. Seketika emosi yang tadi nya memuncak berubah, badannya kelihatan kegetaran dan tak bisa bergerak sedikit pun.


“ li....lil....lyla” jawabnya dengan suara terbata-bata. Terduduk lah ia sambil memegang tangan dan wajah putrinya itu.
Sambil meneteskan airmata “ Lil ! Lil ! Bangun Lil.... Ini papa !!” di gerak – gerakkannya tubuh lyla tapi tidak ada jawaban.
Sekujur tubuh lyla bersimbah dengan darah yang keluar dari lengan tangan kirinya. Darah segar mengalir membasahi lantai kamar.
“li...lil.....bangun lil... Jangan pergi...” pinta papa dengan suara bergetar.




“ akhhhhhhhhhh...” di pukulnya lantai kamar beberapa kali sebagai tanda sebuah penyesalan yang amat sangat.
“ papa yang salah lil !! papa yang salah !!....seharusnya....seharusnya....” sesal nya tanpa bisa menjelaskan lebih panjang. Di benamkan wajahnya ke tubuh lyla, terdengar suarta tangis tiada henti di ucapkannya.
“ lil !! bangun lil !! jangan Tinggalkan Papa mu ini sendirian !!” tak habis – habisnya ia berkata tak karuan.


Tiba – tiba sesosok bayangan bergerak memegang nya. Papa lyla tampak kaget begitu tahu bahwa ternyata tangan lyla membelai rambutnya. Di lihatnya wajah lyla yang tengah sekarat itu terlihat tersenyum kepadanya. Antara senang dan sedih yang bercampur menjadi satu di dibelai nya wajah lyla.



“pa......pa........papah.....ga.....salah...kok” terucap kata – kata surau dari mulut lyla. Matanya hanya bisa memandangi wajah papa nya dengan tersenyum.
“ li.....li....lyla......kangen......sama.....mama”li....lyla.....ingin.....ketemu......sa...sama.....mama....pah”
jawab lyla dengan suara terbata – bata.
“ iya lil....papa yang salah...semua karena salah papa....”
“Ngg.....nggak.....pa....pa....papa....nggak.....salah kok”


“papa.....adalah....orang....yang....penuh tanggung jawab.....pada mama....dan juga....lyla”. Lyla......mau.....papa......seperti...du...dulu....lagi”.
Dengan mata yang berbinar-binar sambil memegang erat tangan lyla “ lil !! papa janji....mulai hari ini papa akan berubah !!! ya berubah demi kamu putri kecil ku !!”


“ I....iya.....lyla....percaya kok” jawab lyla yang terlihat pucat. “ iya papa janji !!! papa janji !! kita mulai lagi kehidupan ini dari awal yach”. Mulai besok ! Papa akan cari kerja, buat menghidupi kebutuhan sehari-hari kita lil !!”.



Lyla hanya tersenyum mendengar perkataan dari sang papa. Sesekali airmatanya mengalir membasahi pipinya. Lyla terlihat sangat bahagia melihat perubahan drastis dari papa nya itu. Ia sekan melihat sesosok pria yang ia kenal dulu sebelum mama nya meninggal.
“ pah...ja..jaga......diri....papa....baik-baik....yach..” seketika suara lyla terhenti, kesadarannya tiba – tiba hilang, tangan yang sedari tadi memegang pun lemas seketika.
“ Tidakkkkkkkkkkkkkkkk......lylaaaaaaaa !!!!!”

*******




“rin....rin...ini aku maya !!!!” jawab maya dengan tergesa -gesa.
“ada apa may ?? kok keliatan nya penting banget sampai pagi-pagi telp aku” jawab rino dengan terheran – heran.
“lil.....lyla rin !! lyla rin !!” hanya itu kata-kata yang terucap dari maya.
“ lyla kenapa may ?? jawab yang jelas dunk” jawab rino menjadi penasaran apa yang terjadi.
“lyla......lyla meninggal rin !! lyla meninggal !! jelas maya pada rino.


Bagai petir menyambar tubuh nya di pagi hari. Rino tak kuasa menahan gejolak dalam diri nya. Tubuhnya langsung lemas mendengar perkataan dari maya. Telp yang di pegangnya sedari tadi terlepas menghempas lantai. Kekhawatiran yang menjadi kenyataan, ia pun langsung terduduk di lantai di ikuti tangis dan sebuah penyesalan yang amat dalam mendengar berita kematian lyla.
“Rin ! Rin ! Kamu tidak apa – apa kan ? “ tanya maya berulang – ulang kali di balik telp.


Segera di ambilnya telp itu “ aku nggak apa – apa kok may...” kali ini suara rino terdengar surau tanda ia sangat terpukul sekali dengan apa yang menimpa diri nya.
Dengan bergegas segera ia menuju rumah lyla di temani oleh maya yang juga menjadi teman baik nya dan lyla.

******




Suasana pemakaman sedikit demi sedikit mulai di tinggal kan oleh para pelayat yang sedari tadi ikut menemani. Cuaca terlihat mendung tanda bahwa sebentar lagi akan datang hujan.
“ rin..... aku tunggu di mobil ya !! kamu yang tabah..... mungkin tuhan punya jalan sendiri buat lyla. Semoga ia tenang di alam sana” jelas maya memberi semangat pada rino.
“ iya may.... makasih ya” jawab rino.


Setelah itu maya meninggalkan rino seorang diri. Didekati nya gundukan tanah yang masih merah dan di taburi bunga itu. Terlihat papa lyla duduk dengan tangan memegang erat batu nisan yang tertulis nama lyla.


Rino mendekatinya dan duduk berada di samping pria separuh baya itu. “ oom....rino turut berduka cita atas meninngalnya lyla”. Lyla orang yang tegar dalam menghadapi masalah dan rino sangat sayang sekali sama lyla”. Rino ikut sedih atas kematian lyla” jelas rino dengan suara lirih.
Papa nya lyla pun menoleh dengan di ikuti senyuman ke arah rino. Di tepuk nya pundak rino dengan tangannya.


“ sama – sama nak rin.....lyla pasti juga sangat sayang sama kamu “. seharusnya oom yang berada di dalam kuburan ini bukan lyla....hiks...hiksss...” sesal nya sambil memegang erat batu nisan itu.
Lalu ia mengeluarkan sesuatu dari saku kemeja hitam nya itu. “ ini kata -kata terakhir yang sepertinya di tulis oleh lyla sebelum meninggal, mungkin ini di tujukan buat kamu rin.....terimalah”.


Di serahkannya sepucuk kertas putih itu kepada rino. Sesaat kemudian ia berdiri dan melangkahkan diri meninggalkan rino, tampak dari kejauhan suara isak tangis nya terdengar tiada henti.

******



Titik – titik air sedikit demi sedikit jatuh ke atas bumi. Nampak nya hujan akan segera turun. Rino masih saja terpaku dengan kenyataan ini, di pandangi nya batu nisan itu oleh rino, di peganginya erat - erat. Terkadang ia pun mencium nya sesekali. “ seandai nya malam itu aku ada di sana.....aku.....aku pasti tidak akan biarkan hal ini terjadi lil !!” sebuah ungkapan dalam hati yang terucap dari mulut rino.
Lalu di bukanya sepucuk kertas yang di berikan oleh papa lyla kepadanya itu dan ia pun membacanya.

“dear rino....maafkan aku yach kalau aku tidak bisa menjadi yang terbaik buat kamu. Kamu pasti marah atas tindakan yang aku lakukan ini. Tapi !! tapi !! aku nggak punya pilihan lain rin. Aku sudah bosan dengan kehidupan ku ini. Aku ingin sekali bisa bebas!! lepas layaknya merpati putih di angkasa. Aku ingin menjadi seperti malaikat yang tak pernah mempunyai beban sama sekali. Meskipun aku tahu bahwa tindakan yang aku lakukan ini mungkin salah menurut mu.

Rin....selama ini kamu telah banyak membantu aku, di saat aku sedih dan di saat aku senang kamu selalu berada di sisiku. Aku senang sekali rin, kamu sudah memberikan warna dalam dunia ku.....mudah – mudahan kamu mau memaafkan aku. Jujur dalam hati ku, aku sayang sekali sama kamu. Kamu jaga diri baik – baik yach. Mungkin suatu saat nanti kita akan di pertemukan kembali. Yaaaa....suatu saat nanti, dan aku pasti akan menunggu hari itu tiba !!”. luv lyla.


Bergetar hati rino membaca surat itu. Airmata nya menetes membasahi kertas itu. Dengan sekejap di peluknya gundukan tanah tempat bersemayamnya lyla. Di genggamnya erat – erat, seakan – akan lyla lah yang ia dekap.
“ lil.....bodoh kamu....hiks...hiks....kenapa kamu lakukan hal bodoh ini !!”. kamu pasti sadar bahwa perbuatan mu ini tidak akan menyelesaikan permasalahan yang kamu hadapi.... benar kan lil !!” sesal rino dengan tangan memukul – mukulkan ke tanah.


“ percuma aku menangis.... percuma aku menyesali ini semua....semua ini tidak akan mengembalikan kamu lagi”
“lil aku janji !! aku juga akan menunggu hari itu..... dan sampai kapan pun cinta ku ini tak akan pernah pudar”


“ yaaa....semoga kamu tenang di alam sana” rino mengakhiri pembicaraannya dan berdiri perlahan meninggalkan lyla seorang diri di lubang yang gelap itu. Dan akhirna hujan pun turun mengiringi kepergian rino

cinta tak tersampaikan

Aku terdiam dengan semua harapanku terhadap sesosok lelaki yang aku cintai. Matanya selalu ada dalam lamunanku dan pikiranku. Dia adalah mentorku dikelompok Sosjur dia adalah Kak Dimas. Ku coba melupakannya tapi aku tak bisa karena aku masih selalu menyimpan rasa itu. Hari ini tepat jam 05.00 aku berangkat lagi menuju kampus , males banget tapi hari ini hari terakhir kegiatan yang sangat melelahkan yaitu sosjur.hah, bertemu lagi dengan dia, aku sangat tak mau bertemu dengannya tapi apa boleh buat. Aku segera membangunkan kakakku yang tertidur pulas, tak tega membangunkannya tapi harus bagaimana lagi .
“kak, bangun anterin dede ke kampus”ujarku sambil membangunkan kakakku

Kakakku terbangun dengan matanya yang masih mengantuk, tapi tak terlihat wajah yang menjengkelkan malahan kakakku seperti yang bersemangat untuk mengantarku ke kampus.
Kami pun bersiap untuk berangkat, di perjalan aku selalu memikirkan dirinya yang ada pada ingatanku. Setibanya disana aku melihatnya. “Deg” jantung berdetak sakit , mungkin sakit karena dia bukan milikku.
Aku berpamitan kepada kakaku karena panitia sudah berteriak-teriak, dalam hatiku aku ingin menjerit “ sabar donk panitia ” dengan kesalnya aku masuk barisan kelompokku. Dia melihatku tapi dia melihatrku karena dia mentorku dia melihatku karena ingin mengabsenku dan mengecek apa semua perlengkapanku sudah dibawa semuanya “apa sudah lengkap Din??”tanyanya
“sudah kak”jawabku
Huh, hati semakin tak karuan saat dia berbicara dengan teman sekelompokku yang bernama Agnes, sedih marah dan ingin menangis dia lebih mendekati Agnes dibandingkan anggota kelompok lainnya ya aku akui Agnes sangatlah cantik , tak heran semu senior sangat menyukainya. Aku berusaha menghindarimya tak tersenyum padanya karena aku sakit sekali.

Panitia sudah berteriak untuk kami berangkat menuju aula. Dia selalu ada dalam pikiranku apa karena dia mirip dengan orang yang pernah ada dihatiku atau karena aku benar benar menyukainya. Aku ingin terus menghindar dan menghindar tapi semakin aku mengindarinya semakin tak karuan hati ini.
Beberapa materi dari para petinggi kampus membuatku mengantuk dan sangat membosankan.
Akhirnya istirahat juga akupun segera keluar dengan teman temanku. Aku melihat senior yang paling menyeramkan.
“eh liat. Itu senior yang paling menyeramkan”ujarku
“hahaha . . ada ada kamu”ujar temanku Nina
Akupun segera menuju kelas dan makan bareng sengan teman teman . setelah makan aku diajak oleh temen ku Nina shalat
Deg aku bertemu dengan Dia .
Aku etrsenyum
“Dina ada yang nanyain kamu dan ada salam dari kk sebelah kk”dia tersenyum
Dalam hati kenapa harus dia kenapa tidak kamu
Akupun tersenyum sakit. Dan selalu bertanya Tanya kenpa kenapa??
“dia kan yang kata kamu menyermakna , cieeee”ledek temanku
Aku hanya tersenyum ya ajaib orang yang bagiku begitu menyeramkan ternyata dia memerhaikanku tapi tetap dihatiku hanya ada dia .

Tak terasa hari sudah malam sekitar jam 21.00 panitia membuat acara api ungun dan setiap kelompok harus membawakan sebuah pentas seni . aku mewakili kelompokku dan melatunkan sebuah lagu
“ku suka dirinya mungkin aku sayang
Namun apakah mungkin kau menjadi milikku”
Itu sepenggalan lagu Rasa Ini dari Vierra yang mewakili perasaanku terhadap Dia Dia Mentorku.
Dalam hati “ini lagu untukmu Mentorku”
Setelah itu aku kembali pada barisanku, hah sakit banget dia berdekatan dengan Agnes. Ya mungkin dia sangat suka ma Agenes. Aku hanya bisa menghela nafasku “Haahhh”
Pagi menyambutku dengan gembira cuaca sangatlah cerah tapi hatiku ini masih gelap gulita karena dia. Senior suda berteriak untuk memakai peralatan yang aneh aneh tapi aku jalani saja dan segera berbaris, katanya kami harus jelajah alam

“ah pasti sekarang saatnya kita disiksa”ujar Nina
“iya ya ”akupun mengeluh . iya ya saatnya kita disiksa mati matian . benar saja saat kelompok kami berjalan sudah ada kakak menyeramkan
“akhirnya kalian datang juga cepet ambil tuh air berlumpur itu”suruh senior itu . .
Dan kamipun membawa air berlumpur ini
“ya sekarang kalian tumpahkan ketubuh kalian ”seniorpun tertawa
Ingin sekali ku berteriak apa apaan ini.
Kamipun menumpahkan air lumpur itu kesukujur tubuhku
Senior malah tertawa bahagia. Apa ini lucu ??

Kami pun segera melanjutkan jelajah alam. Ternyata ini tidak terlalu sulit malah ini semakin menyenangkan begitu menantang. Tapi perasaan sakit itu muncul dia selalu ada disekelilingku dan semakin sakit dia selalu menempel pada seorang gadis yang lebih menawan disbanding aku. Hatiku semakin sesak seperti tak bisa lagi menahan itu semua.
Aku harus bagaimana perasaan ini semakin tak mau diam. Aku semakin ingin menjauh dan menjauh
“kamu suka sama mentor”tiba tiba Rani berbisik padaku
Aku kaget aku malu
“tak usah malu , dari tadi kamu melihat Kak Dimas begitu sedih. Apa aku bantu saja??”ujarnya
“jangan, itu tidak benar”malu aku

Ranipun tersenyum
Aku cemas Rani menceritakan ini semua pada Kak Dimas Mentorku. Aku takut aku tak bisa mendekati dia
Acara jelajah pun telah selesai , aku menyandarkan tubuhku ke tembok aula. Tiba tiba dia datang menghampiriku
“selamat beristirahat”senyumnya
Aku tersenyum sedih karena mungkin Dia memperhatikanku karena aku adalah juniornya.
Akhirnya aku berjanji pada diriku sendiri aku akan memendam rasa itu aku akan melupakanmu walau aku tak bisa tapi aku akan berusaha, Dia hanya mimpi bagiku tak
untuk jadi nyata. Aku akan selalu mendoakanmu bahagia walau kau tak termiliki